Penerapan Metode Pembelajaran Guided Inquiry untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis

  • Nerru Pranuta Murnaka STKIP SURYA
  • Sri Ratna Dewi Program Studi Pendidikan Matematika, STKIP Surya Tangerang

Abstract

Kemampuan pemahaman konsep matematis merupakan salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa. Hal ini dikarenakan suatu konsep yang dipahami akan mengantarkan siswa pada proses pembelajaran yang bermakna. Namun berdasarkan beberapa hasil penelitian yang pernah dilakukan oleh peneliti lainnya menunjukkan bahwa kemampuan pemahaman konsep matematis siswa masih rendah. Salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan pemahaman konsep matematis adalah dengan menerapkan metode pembelajaran guided inquiry pada proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah rata-rata peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis antara siswa yang menggunakan metode pembelajaran guided inquiry lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang menggunakan metode pembelajaran secara konvensional. Jenis penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan tipe penelitian non equivalent control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIII C - VIII I SMP Negeri 16 Kota Tangerang Selatan. Adapun sampel yang digunakan adalah kelas VIII C sebagai kelas eksperimen dan VIII F sebagai kelas kontrol dengan banyak siswa ada 37 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster sampling. Instrumen yang digunakan berupa tes tertulis berbentuk essai. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, dan dokumentasi. Pengujian hipotesis dengan uji parametrik (uji t equivalent). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa besarnya rata-rata peningkatan antara siswa yang menggunakan metode pembelajaran guided inquiry lebih tinggi dibandingkan dengan siswa yang menggunakan metode pembelajaran secara konvensional.


Kata Kunci: kemampuan pemahaman konsep matematis, metode pembelajaran guided inquiry, kuasi eksperimen.


ABSTRACT


The ability of understanding mathematical concepts is one of the abilities that must be possessed by students. This is because a concept that is understood will lead the students to a meaningful learning process. However, based on some research results that have been done by other researchers show that the ability to understand the mathematical concepts of students is still low. One effort to improve the ability of understanding mathematical concepts is to apply guided inquiry learning method in the learning process. The purpose of this study is to determine whether the average increase in the ability of understanding of mathematical concepts between students using guided inquiry learning method is higher than students using conventional learning methods. The type of research used is quasi experiment with non equivalent type control group design research. The population in this study is the students of class VIII C - VIII I SMP Negeri 16 City Tangerang Selatan. The sample used is class VIII C as experimental class and VIII F as control class with many students there are 37 people. The sampling technique uses cluster sampling. The instrument used is essay writing essay writing. Data collection techniques use tests, observations, and documentation. Hypothesis testing with parametric test (t test equivalent). The results of this study indicate that the magnitude of the average increase between students using guided inquiry learning method is higher compared with students using conventional learning methods.


Keywords: Understanding of mathematical concepts, guided inquiry learning methods, quasi experiments.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bennu, S. (2012). Adversity Quotient: Kajian Kemungkinan Penginte-grasiannya dalam Pembelajaran Matematika. AKSIOMA: Jurnal Pendidikan Matematika, 1(01).

Depdikbud. (2014). Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 58 Tahun 2014 Tentang Kurikulum 2013 Sekolah Menengah Pertama dan Madrasah Tsanawiyah. Berita Negara Republik Indonesia. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Jakarta.

Depdiknas. (2006). Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk Satuan Pendidikan Dasar dan Menengah. Lampiran: Standar Keterampilan dan Keterampilan Dasar Mata Pelajaran Matematika untuk Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI). Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional.

Dewey, J. (1997). How we think: Courier Corporation.

Fariana, M. (2017). Implementasi Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Aktivitas Siswa. Journal Of Medives : Journal Of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang, 1(1), 25-33

Gita, A., Murnaka, N. P., & Sukmawati, K. I. (2018). Penerapan Model Pembelajaran Conceptual Understanding Procedures (CUPS) sebagai Upaya Mengatasi Miskonsepsi Matematis Siswa. Journal of Medives, 2(1), 65-76.

Gravetter, F. J., & Forzano, L.-A. B. (2018). Research methods for the behavioral sciences: Cengage Learning.

Huda, N., & Kencana, A. G. (2013). Analisis kesulitan siswa berdasarkan kemampuan pemahaman dalam menyelesaikan soal cerita pada materi kubus dan balok di kelas VIII SMP Negeri 30 Muaro Jambi. Prosiding SEMIRATA 2013, 1(1).

Hutajulu, M. (2014). Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematik Siswa SMA Melalui Model Pembelajaran Inkuiri Terbimbing. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Matematika STKIP Siliwangi Bandung, 82.

Jacobsen, D. A., Eggen, P., & Kauchak, D. (2009). Methods For Teaching Metode-metode Pengajaran Meningkatkan belajar siswa TK-SMA. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Kilpatrick, J., Swafford, J., & Findell, B. (2001). Adding it up: Helping children learn mathematics. Mathematics Learning Study Committee, Center for Education, Division of Behavioral and Social Sciences and Education, National Research Council. Washington, DC: National Academy Press.

Kuhlthau, C. C., Maniotes, L. K., & Caspari, A. K. (2015). Guided inquiry: Learning in the 21st century: Westport: Libraries Unlimited.

Maisari, D., Suyadi, G., & Asnawati, R. (2013). Pengaruh Model Pembe-lajaran Kooperatif Tipe Make A Match Terhadap Pemahaman Konsep Matematis Jurnal Pendidikan Matematika, 2.

Marx, J. D., & Cummings, K. (2007). Normalized change. American Journal of Physics, 75, 87-91.
NCTM. (2000). Principles and standards for school mathematics (Vol. 1): National Council of Teachers of mathematics.

Rizqi, V. (2017). Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematika Siswa Menggunakan Pembelajaran Kontekstual Dengan Gaya Belajar-VAK. Journal Of Medives : Journal Of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang, 1(2), 124-133

Sheskin, D. J. (2000). Parametric and nonparametric statistical procedures: CRC Press.

Suherman, E. (2003). Strategi pembelajaran matematika kontemporer. Bandung: Jica.

Sukmara, C. (2011). Pembelajaran Kooperatif NHT (Numbered Heads Together) Dalam Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Di SMP Negeri 1 Sukarame Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat. Jurnal Saung Guru, 2(2), 15-23.

Sund, R. B., & Trowbridge, L. W. (1973). Teaching science by inquiry in the secondary school: Merrill Publishing Company.

Weiss, N. A., & Weiss, C. A. (2012). Introductory statistics: Pearson Education London.
Published
2018-07-02
How to Cite
MURNAKA, Nerru Pranuta; DEWI, Sri Ratna. Penerapan Metode Pembelajaran Guided Inquiry untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis. Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang, [S.l.], v. 2, n. 2, p. 163-171, july 2018. ISSN 2549-5070. Available at: <http://e-journal.ikip-veteran.ac.id/index.php/matematika/article/view/637>. Date accessed: 21 aug. 2018. doi: https://doi.org/10.31331/medives.v2i2.637.