Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematika dan Tanggung Jawab Peserta Didik pada Kelas XI Semester 1 Tahun 2015/2016 SMA N 11 Semarang

  • Sri Mukti Atiningsih SMA Negeri 11 Semarang

Abstract

Peserta didik belum menyadari pentingnya koneksi matematika sehingga masih menganggap bahwa setiap konsep dalam matematika itu berdiri sendiri dan tidak berkaitan dengan konsep matematika yang lain. Terdapat lebih dari 50% peserta didik yang merasa kesulitan saat menyelesaikan masalah kontekstual dan lebih dari 40% peserta didik cenderung malas untuk berdiskusi kelompok. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan koneksi matematika dan tanggung jawab peserta didik pada materi fungsi komposisi dan fungsi invers kelas XI. Subyek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI.IPA.7 SMA Negeri 11 Semarang. PTK ini dilaksanakan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Hasil penelitian diperoleh persentase tanggung jawab peserta didik naik dari 64,71% menjadi 79,41%, nilai rata-rata pada tes kemampuan koneksi matematika peserta didik mengalami kenaikan menjadi 85,68, dan persentase ketuntasan  kemampuan koneksi matematika peserta didik mengalami kenaikan menjadi 76,47%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan Model Problem Based Learning dapat meningkatkan tanggung jawab dan kemampuan koneksi matematika peserta didik. Model pembelajaran ini dapat lebih optimal jika diikuti dengan pengelolaan kelas yang baik oleh guru.


Kata kunci: koneksi matematika, tanggung jawab, model pembelajaran problem based learning


 


ABSTRACT


Students have not realized the importance of mathematical connection. They think each mathematics concept is independent and not related to each other. There are more than 50% of students who find it difficult to solve contextual problems and more than 40% of students tend to be lazy to discuss in a group. This study aims to improve the ability of mathematical connections and responsibilities of students on composition and invers of function. Subjects in this study were students of XI.IPA.7 SMA Negeri 11 Semarang. This action research is implemented in two cycles. Each cycle consists of two meetings. The results show that the percentage of students responsibility rose from 64,71% to 79,41%, the average score on the test of the mathematical connection ability increased to 85.68, and the percentage of mastery of mathematical connections increased to 76,47%. Thus, Problem Based Learning can enhanche the responsibility and ability of mathematical connections of students. This learning model can be more optimal with good classroom management.


Keywords: mathematical connection, responsibility, problem based learning.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akatdianto, A. (2012). Penerapan Strategi Course Review Hooray Dalam Pembelajaran Matematika Pada Bangun Datar Untuk Meningkatkan Tanggung Jawab Dan Prestasi Belajar (PTK Siswa Kelas VII Semester II di SMP Negeri 3 Sawit Boyolali) (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).

Arends, R. (2007). Learning to Teach. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Arikunto, S. (2011). Pendidikan Tindakan Kelas Untuk Guru, Kepala Sekolah & Pengawas. Yogyakarta: Aditya Media.

Dewi, N.R. (2013). Prosiding SNMPM Universitas Sebelas Maret 2013. Peningkatan Kemampuan Koneksi Matematis Mahasiswa Melalui Brain-Based Learning Berbantuan Web.

Fariana, M. (2017). Implementasi Model Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep dan Aktivitas Siswa. Journal of Medives, 1(1), 25-33.

Herawati, L. (2017). Peningkatan Kemampuan Koneksi Matematik Peserta Didik Menggunakan Model Problem Based Learning (PBL) dengan Berbantuan Software Geogebra. JP3M (Jurnal Penelitian Pendidikan dan Pengajaran Matematika), 3(1).

Hermawan, D., & Prabawanto, S. (2016). Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbantuan Media Teknologi Informasi dan Komunikasi Terhadap Kemampuan Koneksi Matematis Siswa Sekolah Dasar. Eduhumaniora: Jurnal Pendidikan Dasar, 7(1).

Kemendikbud. (2014). Permendikbud No.59 Tahun 2014 tentang Panduan Mata pelajaran Matematika SMA/MA/SMK/MAK. Jakarta: Kemendikbud.

NCTM. (2000). Principle and Standards for School Mathematics. Reston, VA: NCTM.

Marra, R. M., Jonassen, D. H., Palmer, B., & Luft, S. (2014). Why Problem Based Learning Works: Theoretical Foundations. Journal on Excellence in College Teaching, 25.

Permana, Y. & Utari, S. (2007). Mengembangkan Kemampuan Penalaran dan Koneksi Matematis Siswa SMA Melalui Pembelajaran berbasis Masalah. Educationist, 1(2), 116-123.

Pulungan, F. R. (2012). Pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Learning Berbasis Pendidikan Karakter terhadap Perubahan Karakter dan Kemampuan Menyelesaikan Masalah Fisika. Jurnal Penelitian Inovasi Pembelajaran Fisika, 4, 38-43.

Ruseffendi, E.T. (2006). Pengantar Kepada Membantu Dosen Mengembangkan Kompetensinya dalam Pengajaran Matematika Untuk Meningkatkan CBSA. Bandung: Tarsito.

Sugiman. (2008). Koneksi Matematik dalam Pembelajaran Matematika di Sekolah Menengah Pertama. Jurusan Pendidikan Matematika FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta: Tidak diterbitkan.

Sumarmo, U. (2006). Pembelajaran Keterampilan Membaca Matematika Pada Siswa Sekolah Menengah.
Published
2018-01-01
How to Cite
ATININGSIH, Sri Mukti. Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Koneksi Matematika dan Tanggung Jawab Peserta Didik pada Kelas XI Semester 1 Tahun 2015/2016 SMA N 11 Semarang. Journal of Medives : Journal of Mathematics Education IKIP Veteran Semarang, [S.l.], v. 2, n. 1, p. 77-86, jan. 2018. ISSN 2549-5070. Available at: <http://e-journal.ikip-veteran.ac.id/index.php/matematika/article/view/523>. Date accessed: 18 july 2018. doi: https://doi.org/10.31331/medives.v2i1.523.