EFEKTIFITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM PENINGKATAN KEGIATAN BELAJAR SISWA

  • Erla Prita Novartianti IKIP Veteran Semarang

Abstract

Latar Belakang Masalah Pendidikan adalah salah satu bentuk interaksi manusia, sekaligus tindakan sosial yang dimungkinkan berlaku melalui suatu jaringan hubungan kemanusiaan melalui peranan-peranan individu di dalamnya yang diterapkan melalui proses pembelajaran. Keberhasilan proses belajar ini dapat terlihat dari prestasi akademik siswa. Variabel yang diduga mempengaruhi belajar siswa antara lain cara atau metode mengajar yang digunakan oleh guru, pemberian beasiswa untuk siswa berprestasi, fasilitas sekolah yang lengkap, suasana belajar yang kondusif, motivasi belajar siswa, kondisi kesehatan siswa dan adanya perhatian orangtua terhadap siswa. Usaha untuk meningkatkan kegiatan belajar siswa dengan memberikan layanan bimbingan kelompok. Sedangkan identifikasi masalahanya dalam penelitian ini adalah : (1) Layanan bimbingan kelompok dilakukan ketika siswa membutuhkan. (2) Tingginya minat siswa mengikuti layanan bimbingan kelompok di SMA Kesatrian 2 Semarang. (3) Belum maksimalnya tingkat kesadaran siswa untuk meningkatkan kegiatan belajar. (4) Guru bimbingan konseling di SMA Kesatrian 2 Semarang belum maksimal dalam memberikan layanan bimbingan kelompok di dalam kelas. (5) Layanan bimbingan kelompok di SMA Kesatrian 2 Semarang belum bervariasi. Tujuan Penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk meningkatkan kegiatan belajar siswa kelas XI di SMA Kesatrian 2 Semarang. Metode Penelitian menggunakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan eksperimen. Suatu penelitian yang mencoba atau berusaha mencari pengaruh dua variabel atau lebih. Metode yang digunakan one group pretest – posttest design. Dalam penelitian ini populasi adalah semua siswa kelas XI SMA Kesatrian 2 Semarang sejumlah 302, dan 36 siswa sebagai uji coba angket. Teknik pengumpulan data dengan angket dan analisis datayang digunakan adalah test Wilcoxon dan uji hipotesis. Uji validitas di sampaikan kepada 36 siswa di luar dari sampel yang terpilih dengan menggunakan rumus product moment, sedangkan uji reabilitas menggunakan rumus alpha. Hasil uji validitas dari 30 butir soal peningkatan kegiatan belajar siswa ada 5 soal yang tidak valid, dan 5 soal yang tidak valid digugurkan. Angket yang digunakan untuk Pretest dan Posttest pada siswa yang diberikan layanan bimbingan kelompok adalah angket yang semuanya sudah valid yang berjumlah 25 soal. Sedangkan perhitungan realibitas kemandirian siswa diperoleh dari 0,817 > 0,329 yang merupakan r hitung lebih besar dari pada r tabel, sehingga instrument peningkatan kegiatan belajar siswa dinyatakan reliable. Hasil penelitian data deskriptif adalah adannya pengaruh layanan bimbingan kelompok dalam peningkatan kegiatan belajar siswa, dapat dikatakan baik karena hasil skor total diperoleh 2 siswa memiliki kategori peningkatan kegiatan belajar siswa sedang dan 8 siswa memeperoleh kategori tinggi, dengan rata – rata interval kelas keselurahan siswa 86,5. Sedangkan sebelum pemberian treatment skor total yang diperoleh 4 siswa memiliki kategori peningkatan kegiatan belajar siswa kurang dan 6 siswa memiliki kategori sedang, dengan rata – rata interval kelas keseluruhan siswa 66,1. Pengukuran tingkat kategori hasil pretest maupun posttest dihitung dari nilai tertinggi dan nilai terendah yang diambil dengan menghitung interval kelas yaitu 25 sampai 43,75 dikategorikan rendah, 43,76 sampai 62,5 dikategorikan kurang, 62,6 sampai 81,25 dikategorikan sedang dan 81,26 sampai 100 dikategorikan tinggi. Saran yang diberikan adalah (1) Bagi sekolah : Sekolah diharapkan dapat memberikan kesempatan, dukungan, dan atau fasilitas kepada guru bimbingan dan konseling untuk melaksanakan layanan bimbingan kelompok untuk meningkatkan peningkatan kegiatan belajar siswa. (2) Bagi guru BK : Sehubungan dengan peningkatan kegiatan belajar, penanganannya dengan menggunakan layanan bimbingan kelompok dapat diprogramkan secara periodik terutama terhadap siswa-siswa yang tingkat kegiatan belajarnya kurang maksimal. Dalam menerapkan layanan bimbingan kelompok guru bimbingan dan konseling harus bisa memenuhi kompetensi yang ada. (3) Bagi siswa : Siswa secara aktif dan terbuka mau mengikuti dan atau memanfaatkan layanan bimbingan kelompok sebagai salah satu media untuk meningkatkan kompetensi mereka. Meningkatkan hubungan baik dengan guru bimbingan dan konseling dengan merubah asumsi/pandangan bahwa layanan bimbingan dan konseling termasuk di dalamnya bimbingan kelompok hanya diperuntukkan bagi siswa bermasalah.

 

Kata Kunci : Layanan Bimbingan Kelompok, Peningkatan Kegiatan Belajar

Author Biography

Erla Prita Novartianti, IKIP Veteran Semarang
  
Published
2014-10-22
How to Cite
NOVARTIANTI, Erla Prita. EFEKTIFITAS LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK DALAM PENINGKATAN KEGIATAN BELAJAR SISWA. KES, [S.l.], v. 2, n. 1, oct. 2014. Available at: <http://e-journal.ikip-veteran.ac.id/index.php/kes/article/view/323>. Date accessed: 14 dec. 2017.
Section
Articles