FAKTOR PENYEBAB DAN PENGENTASANNYA TERHADAP PELANGGARAN TATA TERTIB

  • Triwurhana Nilasari Putri IKIP Veteran Semarang

Abstract

Latar belakang penelitian. Di sekolah yang berdisiplin tinggi dan tertib akan selalu menciptakan suasana proses belajar mengajar yang baik, begitu pula sebaliknya pada sekolah yang kurang mengedepankan kedisiplinan dan ketertiban kondisinya tentunya akan jauh berbeda. Penerapan tata tertib sekolah yang disertai hukuman atau sanksi dibutuhkan sebagai usaha dalam membantu meningkatkan kedisiplinan siswa. Permasalahan yang dirumuskan yaitu: (1) Apa faktor penyebab pelanggaran tata tertib yang dilakukan siswa SMK Garuda Nusantara Demak?; (2) Bagaimana penanganan yang dilakukan SMK Garuda Nusantara Demak dalam mengatasi pelanggaran tata tertib di SMK Garuda Nusantara Demak?; (3) Apa bentuk pengentasan terhadap pelanggaran tata tertib yang dilakukan siswa SMK Garuda Nusantara Demak?. Pendekatan penelitian. Penelitian yang dilakukan merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis kualitatif dengan tiga komponen tersebut adalah : (1) reduksi data, (2) sajian data, (3) penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil dan pembahasan. (1) Faktor-faktor yang menyebabkan pelanggaran tata tertib siswa adalah faktor-faktor yang ada di dalam diri anak sendiri, faktor pelanggaran tata tertib siswa yang berasal dari lingkungan keluarga, faktor kenakalan remaja yang berasal dari lingkungan masyarakat, dan faktor-faktor kenakalan remaja yang bersumber dari sekolah. Faktor lingkungan merupakan faktor yang dominan dalam mempengaruhi munculnya pelanggaran tata tertib siswa. Lingkungan tersebut meliputi lingkungan sekolah dan lingkungan luar sekolah. Faktor lingkungan tersebut dapat diatasi dengan cara memberikan pemahaman terhadap siswa mengenai akibat dari kenakalannya. Implikasinya yaitu bahwa pihak sekolah akan lebih berhati-hati terhadap faktor lingkungan yang setiap saat mempengaruhi siswa-siswanya; (2) Penanganan pelanggaran tata tertib siswa adalah usaha preventif pelanggaran siswa yang menitikberatan pada pembinaan moral dan membina kekuatan mental anak remaja. Upaya kuratif dalam menanggulangi masalah pelanggaran tata tertib siswa ialah menganttisipasi terhadap gejala-gejala pelanggaran tersebut. Upaya Pembinaan adalah upaya untuk memasyarakatkan kembali anak-anak atau remaja yang telah melakukan pelanggaran agar supaya mereka kembali menjadi manusia yang wajar, seperti pembinaan aspek psikologis sebagai kebutuhan pokok pelanggaran tata tertib, pembinaan mental dan kepribadian beragama, membina kepribadian yang wajar, pembinaan ilmu pengetahuan, pengembangan kreativitas anak, pengembangan bakat-bakat khusus. Di SMK Garuda Nusantara Demak juga diterapkan teknik konseling dan kerjasama dengan keluarga siswa. Strategi tersebut termasuk kurang sempurna, dan untuk menyempurnakannya maka ditambah dengan teknik pemantauan dan pendampingan pada setiap siswa. Implikasinya yaitu intensitas kenakalan yang dilakukan siswa setiap waktu akan berkurang; (3) Bentuk pengentasan yang dilakukan terhadap pelanggaran tata tertib di sekolah yaitu dengan sanksi secara tegas namun bersifat mendidik. Selain itu sebagai upaya pencegahan lain guru BK melakukan upaya preventif yaitu dengan memberikan pendidikan moral dan etika yang mana tindakan preventif tersebut dapat membentuk jiwa siswa yang disiplin. Saran yang dapat diajukan yaitu: Bagi siswa, diharapkan mampu untuk memahami akibat-akibat yang dapat ditimbulkan oleh pelanggaran-pelanggaran yang dilakukan. Bagi guru, diharapkan lebih memperhatikan aktivitas pergaulan siswa selama berada di sekolah. Bagi sekolah, diharapkan mampu membuat strategi penanganan kenakalan siswa yang lebih baik.

 

Kata Kunci : Tata tertib.

Author Biography

Triwurhana Nilasari Putri, IKIP Veteran Semarang
  
Published
2014-10-22
How to Cite
PUTRI, Triwurhana Nilasari. FAKTOR PENYEBAB DAN PENGENTASANNYA TERHADAP PELANGGARAN TATA TERTIB. KES, [S.l.], v. 2, n. 1, oct. 2014. Available at: <http://e-journal.ikip-veteran.ac.id/index.php/kes/article/view/315>. Date accessed: 13 dec. 2017.
Section
Articles