Analisa Metode Ektruder Untuk Pembuatan Scaffolds Rekonstruksi Mandibular Dari Material Hidroksiapatit Dan Pati Ketela

  • Solechan Solechan Universitas Muhammadiyah Semarang

Abstract

Penyebab kematian di dunia salah satunya penyakit kanker dan menyumbang sekitar 0.2% dari jumlah kasus kanker. Setiap tahun tidak kurang dari 240.000 kasus kanker tulang terjadi di Indonesia, terdiri dari dari tumor jinak dan tumor ganas. Tercatat 455 kasus tumor tulang yang terdiri dari 327 kasus tumor tulang ganas (72%) dan 128 kasus tumor tulang jinak (28%) dalam kurun waktu 10 tahun (1995-2004) di RSCS DR. Cipto Mangunkusumo Jakarta. Tumor mandibula berpotensi menimbulkan gangguan penyembuhan tulang mandibula. Adapun prosedur reseksi tumor mandibula menimbulkan defek mulai dari celah pada tulang alveolus sampai dengan diskontinuitas tulang mandibula. Rekonstruksi mandibular bertujuan untuk pembentukan kontinuitas mandibula salah satunya menggunakan media scaffolds. Penelitian ini bertujuan untuk membuat scaffolds untuk rekosntruksi mandibular menggunakan ekstrusi manual dengan pola peletakan 0/90o dari material hidroksiapatit (HA) dengan pengikat pati ketela (PK). Diharapkan menggunakan metode ekstrusi manual dapat dikontrol porositas, ukuran lubang, hubungan antar lubang (interconnecting Pores) dan sifat mekanik. Metode penelitian dengan memvariasikan jumlah komposisi paduan antara HA dengan pati ketela dari 80% - 20% dan 70% - 30%. Pola peletakan scaffold 0/90o yaitu posisi saling menyilang dimana peletakan pertama 0o dan kedua 90o. Untuk pengujian yang dilakukan mulai dari kareteristik material dengan uji X-ray diffraction (XRD) dan sifat mekanik menggunakan uji tekan. Hasil pengujian menunjukan bahwa spesimen scaffolds dengan komposisi HA–PK melalui uji XRD menggunakan pola difraksi standar dilihat kecenderungan struktur kristal yang terbentuk menunjukkan peak yang tinggi. Hasil ini membuktikan bahwa HA–PK masih menunjukan dominasi unsur hidroksiapatit dari pada pati ketela. Sedangkan untuk uji tekan komposisi HA–TK 70% - 30% memiliki kekuatan tekan lebih tinggi dari pada komposisi 80% - 20 % dikarenakan pengikatnya lebih banyak. Unsur pengikat menyelimuti seluruh permukaan butiran HA, sehingga kekuatan tekan lebih tinggi dan tidak getas (brittle).     

 

Kata kunci : hidroksiapatit, mandibula, scaffolds, tumor, uji tekan.
Published
2015-11-11
How to Cite
SOLECHAN, Solechan. Analisa Metode Ektruder Untuk Pembuatan Scaffolds Rekonstruksi Mandibular Dari Material Hidroksiapatit Dan Pati Ketela. GARDAN, [S.l.], v. 5, n. 1, nov. 2015. Available at: <http://e-journal.ikip-veteran.ac.id/index.php/gardan/article/view/411>. Date accessed: 21 sep. 2018.
Section
Articles